Transformasi Hijau Sektor Keuangan: BRI Potong 30% Emisi, Dorong Kredit Ramah Lingkungan

Bank BRI memperkuat komitmennya menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi hijau sektor keuangan, sehingga setiap keputusan investasi mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan secara seimbang. Langkah ini menegaskan bahwa profesional keuangan dapat sekaligus mendorong pertumbuhan usaha dan keberlanjutan lingkungan.

Menyikapi momentum Presidensi G20 Indonesia, Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menegaskan komitmen transformasi hijau sektor keuangan dengan menyelaraskan strategi ESG ke dalam korporasi, sehingga target keberlanjutan perbankan nasional dapat terwujud secara sistematis dan terukur.

Prinsip ESG kini menjadi kompas utama dalam transformasi hijau sektor keuangan, menuntut profesional untuk menguasai kerangka kerja secara menyeluruh—mulai dari penataan aset dan liabilitas hingga operasional serta pengelolaan talenta—agar bisnis berkelanjutan benar-benar terukur dan terasa manfaatnya.

Transformasi hijau sektor keuangan hanya akan berkelanjutan jika kebijakan ESG disusun sebagai bagian strategis korporat, bukan sekadar mengejar tren, tegas Solihin dalam keterangan pers awal Maret, lalu menekankan perlunya mendudukkan kembali setiap inisiatif ESG dalam koridor strategi perusahaan agar relevan, terukur, dan memberi nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

Menyongsong transformasi hijau sektor keuangan, BRI pada 2019 secara cermat menerbitkan sustainability bond—bukan green atau social bond—setelah menelaah proyek-proyek masa depan yang selaras dengan visinya menjadi bank utama bagi UMKM, sebagaimana diungkapkan Solihin.

Lebih dari 80% kredit Perseroan telah mengalir ke UMKM, bukti nyata bahwa transformasi hijau sektor keuangan tidak hanya memperkuat ketahanan bisnis, melainkan juga membuka akses modal bagi pelaku usaha kecil. Buktinya, saat kami menerbitkan bond US$500 juta dengan pendekatan ESG yang selaras dengan strategi korporasi, investor global merespons positif hingga permintaannya meloncat delapan kali lipat—sinyal kuat bahwa keberlanjutan dan profitabilitas kini berjalan beriringan.

Dalam transformasi hijau sektor keuangan, Sustainability Bond kami alokasikan hingga 70% untuk proyek sosial—terutama pembiayaan ultra-micro dan UMKM—sehingga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hadir bersamaan dengan pembangunan infrastruktu ramah lingkungan seperti LRT yang menopang mobilitas perkotaan.

Obligasi berkelanjutan yang BRI terbitkan merupakan bagian nyata dari transformasi hijau sektor keuangan, sekaligus respons terhadap kekhawatiran investor global akan penerapan ESG di perusahaan publik; ke depan, pendekatan ini akan terus diperluas untuk memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan.

Transformasi hijau sektor keuangan tidak berhenti pada kebijakan ESG; perseroan memperkuat kepercayaan investor dengan menampilkan—secara periodik dan terintegrasi—kinerja lingkungan, sosial, serta tata kelola dalam laporan tahunan, sustainability report, dan annual sustainability bond report.

Transformasi hijau sektor keuangan menuntut akuntabilitas nyata: dana dari green bond BRI benar-benar mengalang ke proyek LRT yang telah dijanjikan, sehingga setiap tahun sekitar 8.000 ton CO2 bisa dikurangi, sekaligus memperkuat kepercayaan investor bahwa portofolio mereka turut mendanai pembangunan rendah karbon.

Transformasi hijau sektor keuangan terus kami wujudkan melalui penyaluran kredit mikro dan ultra-mikro yang telah menjaga kelangsungan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 400 ribu pelaku UMKM di Indonesia; capaian ini secara transparan kami dokumentasikan dalam Annual Sustainability Bond Report sebagai bagian dari komitmen mendukung ekonomi inklusif yang berkelanjutan.

Dengan mengusung tema Recover Together, Recover Stronger, Presidensi G20 Indonesia 2026 menegaskan pentingnya pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan; BRI meresponsnya melalui komitmen konkret untuk mendorong transformasi hijau sektor keuangan yang berpusat pada manusia dan peka terhadap lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *