Strategi Bertahan Properti: Dan+ Bidik Pasar Menengah, Tetap Tumbuh di Tengah Lesu

Industri kecantikan dan perawatan pribadi Indonesia diproyeksi tumbuh 5,34% per tahun hingga 2026, menurut riset Statista; peluang ini bisa jadi “strategi bertahan properti” bagi mereka yang ingin merambah bisnis ritel atau klinik kecantikan di lokasi strategis.

Menyambut usianya yang ke-10, DAN+DAN—brand retail kesehatan dan kecantikan—tetap melaju kencang di tengah persaingan industri yang makin ketat; mereka membuktikan bahwa strategi bertahan properti berupa pemilihan lokasi strategis, konsep toko humanis, dan layanan konsultasi personal membuat konsumen menengah tetap berkunjung dan berbelanja kembali.

Bacaan Lainnya

Dengan semangat ‘Fun Healthy Beauty’, DAN+DAN tak hanya memenuhi kebutuhan perawatan konsumen, tapi juga mengajak mereka belajar soal kecantikan lewat pengalaman yang ringan dan menyenangkan—sebuah strategi bertahan properti di tengah persaingan industri yang makin ketat.

Dengan menerapkan strategi bertahan properti berbasis konsentrasi wilayah, DAN+DAN menyasar pasar menengah Jabodetabek dan kini mengelola lebih dari 220 outlet yang menjangkau Serang, Cilegon, Cikarang, hingga Bandung—bukti bahwa fokus geografis tetap relevan di tengah dinamika pasar properti saat ini.

Vania Lo., CEO DAN+DAN, mengungkap tiga strategi bertahan properti agar brand-nya tetap eksis di tengah persaingan industri kecantikan yang kian dinamis; menurutnya, pendekatan ini bisa diadopsi oleh pelaku usaha menengah untuk memperkokoh jejak mereka tanpa kehilangan jati diri.

Sebagai bagian dari strategi bertahan properti, DAN+DAN sejak 2013 memosisikan diri sebagai rumah ramah keluarga yang hadir di tengah perumahan, sehingga setiap kebutuhan penghuni tersentuh dengan tepat tanpa berlebihan.

Ketika kebutuhan akan produk kecantikan dan kesehatan sulit dipenuhi di warung dekat rumah, konsumen menempuh perjalanan jauh ke pusat perbelanjaan; kondisi ini memicu pelaku usaha menata ulang strategi bertahan properti—mendekatkan toko ke lingkungan menengah agar waktu dan biaya transportasi tidak lagi jadi beban.

DAN+DAN menangkap peluang krisis sebagai momen untuk mendekat dan menjadi sahabat sehari-hari masyarakat, memastikan kebutuhan kecantikan serta kesehatan tetap terpenuhi; langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa strategi bertahan properti yang andal tidak hanya soal bangunan, melainkan juga soal kehadiran nyata di tengah keterbatasan.

Dengan menetapkan target pasar secara jelas, DAN+DAN menyusun strategi bisnis yang mampu menumbuhkan pelanggan setia; letak gerai di tengah perumahan memperkuat posisinya sebagai ‘toko kosmetik tetangga’ sekaligus menjadi strategi bertahan properti yang cerdas di tengah persaingan ritel.

Personal selling menjadi salah satu strategi bertahan properti yang dipilih tim DAN+DAN untuk merangkul konsumen secara dekat, sehingga kepercayaan terbangun pelan-pelan dan ujungnya memperkokoh loyalitas mereka, sebagaimana dijelaskan Vania kepada Momsmoney.

Dengan pendekatan edukatif yang mudah dicerna, DAN+DAN tumbuh bersama konsumen menengah, meningkatkan literasi kecantikan sekaligus membangun daya ingat merek—sebuah strategi bertahan properti yang membuktikan bahwa semakin cerdas pembeli, semakin kokoh pula posisi brand di pasaran.

Dengan menyasar kelas menengah yang terus beradaptasi di tengah gelombang ekonomi, DAN+DAN menjalankan strategi bertahan properti lewat program edukatif seperti kelas make-up rutin, kunjungan ke kantor-kantor dan kampus, serta pelatihan komunikasi dan tren kecantikan bagi staf agar konsumen merasa tumbuh bersama merek ini.

Vania menemukan bahwa masih banyak masyarakat menengah yang terbatas aksesnya pada informasi kecantikan dan kesehatan; oleh karena itu DAN+DAN hadir dengan layanan edukatif agar mereka dapat membangun strategi bertahan properti—dalam hal ini kesehatan dan penampilan diri—secara cerdas dan terjangkau.

Sebagai bagian dari strategi bertahan properti, kami menyewa ruko dua lantai: lantai satu untuk transaksi produk, lantai dua untuk kelas kecantikan gratis yang rutin kami gelar demi edukasi pelanggan setia DAN+DAN.

Dalam satu dekade terakhir, DAN+DAN menjalani pasang surut industri properti dengan tetap percaya bahwa kesulitan justru memicu kreativitas; pengalaman ini melahirkan strategi bertahan properti yang memungkinkan mereka melanjutkan perjalanan tanpa kehilangan semangat.

Sepanjang pandemi, DAN+DAN tak luput dari tekanan ekonomi yang memaksa kami merancang strategi bertahan properti agar operasional tetap berjalan tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan dan mitra.

Dalam kondisi pandemi, masyarakat menengah kini lebih cermat mengalokasikan anggaran dapur dan menunda pembelian non-esensial; Vania menegaskan bahwa pemilik property perlu menyesuaikan strategi bertahan properti—misalnya menawarkan skema pembayaran fleksibel—agar tetap relevan di tengah penurunan daya beli ini.

Vania menegaskan bahwa layanan pembayaran nirkontak dan promo ShopeePay menjadi bagian dari strategi bertahan properti DAN+DAN di tengah lesunya daya beli, karena cashback serta diskon itu berhasil mengubah sikap konsumen yang semula menunda belanja menjadi tertarik kembali.

Ketika sebagian besar pelaku properti masih menata ulang strategi bertahan properti akibat tekanan pandemi, DAN+DAN justru mengambil langkah berani: menargetkan pembukaan beberapa gerai baru sepanjang 2026, sekaligus membuktikan bahwa optimisme dan perhitungan bisnis yang matang tetap bisa berjalan beriringan di tengah ketidakpastian.

Dengan menjalankan strategi bertahan properti yang terfokus pada tiga langkah utama, DAN+DAN menegaskan ketangguhnya menghadapi gelombang industri kecantik-an Indonesia yang tak pernah teduh; optimisme 2026 pun tumbuh seiring keyakinan mereka bahwa pemulihan ekonomi nasional akan mengangkat daya beli pelanggan menengah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *