Sebagai praktisi lapangan, Anda pasti merasakan bagaimana lonjakan kasus dan keputusan pemerintah yang berubah dengan cepat memaksa bisnis kuliner berlari lebih kencang; itulah mengawa strategi bertahan kuleri kini menjadi fondasi sehari-hari: tetap jeli membaca data, sigap menyesuaikan menu, operasional, dan skema delivery agar tetap bisa melayani pelanggan tanpa terjungkal oleh pembatasan tiba-tiba.
Rex Marindo, CEO Foodiez sekaligus pendiri Warung Upnormal, menegaskan bahwa pelaku F&B wajib menepis pola lama dan segera menyusun strategi bertahan kuliner yang fleksibel agar tetap bisa melayani pelanggan di tengah kondisi penuh ketidakpastian ini.
Salah satu pilar strategi bertahan kuliner adalah membuka multi-kanal: jangan terpaku pada satu gerbang penjualan, baik itu gerai fisik maupun aplikasi delivery saja; Rex sendiri menegaskan bahwa menggabungkan keduanya pun belum cukup—kita masih perlu menambah titik sentuh baru agar omzet tetap mengalir di tengah gejolak pasar.
Untuk tetap eksis di tengah gejolak industri, strategi bertahan kuliner wajib meliputi ekspansi ke marketplace, optimasi WhatsApp Business, layanan pre-order, hingga katering—seperti yang dibuktikan Tuku yang kini merambah e-commerce setelah awalnya hanya mengandalkan gerai dan pesan-antar.
Rex menegaskan bahwa situasi terkini mengharuskan pelaku usaha kuliner terus berinovasi karena kebijakan PPKM dapat berubah sewaktu-waktu; oleh karenanya, menyusun strategi bertahan kuliner yang fleksibel menjadi kunci agar bisnis tetap eksis di tengah ketidakpastian.
Strategi bertahan kuliner dengan memangkas outlet fisik dan beralih ke cloud kitchen ternyata tak menyayat pendapatan—omzet tetap stabil, bahkan di tengah lesunya dine-in; pemilih lokasi yang cerdas jadi kunci agar penjualan tak terperosok.
Untuk menyusun strategi bertahan kuliner, manfaatkan teknologi digital guna memetakan perilaku pelanggan—mulai dari identifikasi konsumen loyal hingga pola belanja mereka—karena investasi teknologi kini jauh lebih terjangkau dan hasilnya langsung dapat diaplikasikan di lapangan.
Sebagai bagian dari strategi bertahan kuliner, Anda dapat menerapkan sistem reseller yang tak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga memperluas jangkauan penjualan tanpa investasi tempat tambahan; pola ini kini sudah umum dijalankan di berbagai marketplace dan cocok untuk menopang omzet saat traffic gerai turun.





