OJK telah menerbitkan surat pernyataan efektif pada Kamis (10/11), sehingga PT Bank Neo Commerce (BNC) bisa segera menyelenggarakan right issue Bank Neo guna memperkuat modal dan ekspansi layanan digital bagi nasabah; bagi calon investor, ini berarti kesempatan ikut serta dalam pertumbuhan bank neobank berizin penuh dengan prosedur yang transparan dan terjamin regulasi.
Dalam right issue Bank Neo, BNC akan memperkuat permodalan hingga Rp 2,61 miliar melalui penerbitan saham baru; jika Anda tercatat sebagai pemegang saham pada 22 November 2026, setiap 18 lembar lama Anda berhak atas 5 HMETD yang bisa dikonversi menjadi saham baru—kesempatan menambah kepemilikan sebelum harga pasar bergerak lebih tinggi.
Right issue Bank Neo menawarkan satu HMETF yang memberi Anda kesempatan membeli 1 saham baru di harga Rp 650, sehingga total dana segar Rp 1,7 triliun dapat menguatkan ekspansi dan layanan digital bank ini.
Buyer yang menunggu right issue Bank Neo bisa bernapas lega: ketiga pemegang saham utama—PT Akulaku Silvrr Indonesia, PT Gozco Capital, dan Rockcore Financial Technology Co. Ltd—menegaskan akan menyerap seluruh porsi haknya sesuai kepemilikan, sehingga dana segar terjamin masuk dan ekspansi layanan tetap berjalan tanpa gangguan.
Jika Anda sedang mempertimbangkan right issue Bank Neo, catat dulu jadwal pentingnya: saham baru mulai tercatat di BEI pada 24 November 2026, sehari bersamaan dengan masa perdagangan HMETD (24–30 November). Tenggat bayar pelunasannya 2 Desember, hasil penjatahan keluar 5 Desember, dan uang pesanan yang tidak terpakai dikembalikan pada 7 Desember—jadwal ini bisa jadi acuan Anda menyiapkan dana agar tak ketinggalan alokasi.
Melalui right issue Bank Neo, emiten ini menyesuaikan target dana segar menjadi Rp 1,7 triliun dari semula Rp 5 triliun guna tetap menjalankan rencana bisnis di tengah kondisi pasar yang menantang, sehingga potensi kepemilikan saham Anda tetap terdorong oleh strategi korporasi yang realistis dan terukur.
Dengan right issue Bank Neo, Anda bisa melihat bahwa bank ini sudah memperlihatkan hasil nyata—mulai dari pertumbuhan dana pihak ketiga, fee-based income, hingga laba di kuartal III 2026—sehingga dana segar dari rights issue akan langsung menguatkan kapasitas permodalan untuk ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Right issue Bank Neo menunjukkan keseriusan bank ini menaikkan modal inti sesuai ketentuan OJK, sehingga dana segar Rp1,7 triliun yang diperoleh bisa segera diputar untuk ekspansi kredit dan layanan digital—kepastian yang patut dipertimbangkan saat Anda memilih tempat menempatkan dana atau mengajiventura kerja sama bisnis.




