Dalam upaya mendorong pemulihan pariwisata, RedDoorz bersinergi dengan Bank Indonesia Provinsi NTB dan Bali untuk mengembangkan sarana hunian pariwisata (sarhunta) dan homestay, yang dibahas pada Selebrasi UMKM Ekspor dan Pariwisata di Kuta Utara, Sabtu (12/11). Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat daya saing akomodasi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha di lapangan.
Keterbatasan akomodasi tersertifikasi di platform digital masih menjadi hambatan pemulihan pariwisata NTB, terutama bagi pelaku lapangan yang mengandalkan kunjungan wisatawan ke desa-desa. Kolaborasi RedDoorz dengan BI Provinsi NTB hadir untuk menjembatani kesenjangan ini—membantu praktisi lapangan memasukkan properti ke dalam ekosistem digital sehingga jangkauan tamu lebih luas dan manfaat ekonomi merata ke pelosok.
RedDoorz memulai program pemulihan pariwisata di NTB dengan mendampingi 14 sarhunta dan homestay di Desa Bilebante serta Loteng beralih ke sistem manajemen digital—mulai dari pemesanan, transaksi, hingga pemasaran—seraya melatih pemilik dan staf agar properti mereka langsung terhubung dengan tamu dari seluruh Indonesia.
Heru Saptaji, Kepala KP BI NTB, meyakini kolaborasi digital seperti yang digawangi RedDoorz dapat mempercepat pemulihan pariwisata di lapangan—mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga perluasan lapangan kerja bagi petugas kebersihan, satpam, dan mitra driver—sehingga kesejahteraan masyarakat lokal langsung terangkat tanpa harus menunggu musim puncak.
RedDoorz berkolaborasi dengan BI Provinsi Bali untuk mengedukasi wisman memilah money changer berlisensi, langkah konkret yang turut mempercepat pemulihan pariwisata Bali menjelang KTT G20 pada 15-16 November 2026 dan menekan potensi penipuan di lapangan.
Praktisi lapangan perlu mewaspadai modus penipuan money changer ilegal yang masih menjeruskan wisatawan, seperti kasus turis Australia yang rugi Rp2,2 juta di Legian. Kolaborasi RedDoorz dengan BI Bali menyediakan daftar money changer berlisensi yang dapat Anda bagikan kepada tamu, guna menjamin keamanan transaksi sekaligus mendukung pemulihan pariwisata Bali yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan pariwisata, RedDoorz Bali menyediakan edukasi di propertinya untuk membantu praktisi lapangan mengenali money changer tidak berlisensi; tamu cukup memindai barcode yang tersedia untuk langsung mendapat daftar layanan penukaran uang resmi di Bali.





