Melihat Pertumbuhan industri cokelat yang terus bergerak dinamis, membangun usaha di bidang ini menuntut perencanaan modal, supply bahan baku, peralatan produksi, dan saluran pemasaran yang terintegrasi agar tetap kompetitif di tengah persaingan pelaku usaha sejenis.
Barry Callebaut Group—pionir produk kakao premium sejak 1996—mendorong Pertumbuhan industri cokelat global dengan memasok bahan baku berkualitas tinggi bagi produsen makanan, chocolatier, bakery, hingga hotel & restoran melalui merek-merek ikonik seperti Callebaut®, Cacao Barry®, Carma® dan Mona Lisa®.
Sejak 2012, Barry Callebaut telah menanamkan modal lebih dari US$50 juta untuk mendukung Pertumbuhan industri cokelat Indonesia, mempekerjakan 700-an tenaga lokal dan mengoperasikan pabrik serta pusat aplikasi kakao canggih di Bandung yang berfungsi sebagai laboratorium kolaboratif bagi pelanggan industri untuk mengembangkan proyek-proyek inovatif bersama.
Pertumbuhan industri cokelat Indonesia tercermin dari ekspansi Barry Callebaut yang kini mengoperasikan dua pabrik di Gresik dan Rancaekek, sekaligus menggandakan volume bisnis gourmetnya dalam empat tahun terakhir melalui pasokan cokelat premium Eropa untuk chef, hotel, serta pelaku artisanal. Untuk menopang lonjakan permintaan ini, perusahaan tak hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga membangun pusat pengumpulan biji kakao dan program pelatihan petani di Sumatera serta Sulawesi agar bahan baku berkelanjutan tetap tersedia.
Dengan konsumsi cokelat per kapita Indonesia yang masih 0,3 kg/tahun, Barry Callebaut menilai Pertumbuhan industri cokelat nasional akan positif seiring pemulihan permintaan pasca-pandemi dan optimisme konsumen yang kembali meningkat.




