Ayam goreng krispi memang digemari hampir semua lapisan masyarakat, sehingga warung maupun gerobak yang menjajakannya mudah ditemui baik di mal maupun di pinggir jalan; kondisi ini menunjukkan bahwa kuliner tersebut adalah peluang usaha ayam goreng yang terbuka lebar, bahkan bagi Anda yang baru ingin memulai berbisnis.
Lukman, pendiri Hasna Fried Chicken, menegaskan bahwa peluang usaha ayam goreng tetap terbuka lebar karena menu ini bukan tren musiman—rasanya disukai semua umur, bisa dinikmati kapan saja, dan cocok dengan lauk pendamping apa pun, sehingga mudah dijalankan oleh pemula yang ingin memulai bisnis kuliner tanpa modal mahal.
Menjamurnya peluang usaha ayam goreng di tengah pandemi sempat membuat Lukman terengah-engah, namupi ia justru membuktikan bahwa pemula pun bisa bertahan asal terus berinovasi dan memahami selera pelanggan.
Peluang usaha ayam goreng memang terbuka lebar bagi pemula, namun perlu diingat bahwa menjalankan dan mempertahankan bisnis ini memerlukan ketekunan serta strategi yang tepat, sebagaimana disampaikan oleh Lukman.
Peluang usaha ayam goreng bisa jadi awal yang renyah bila Anda berani memperkenalkannya ke tetangga, kampus, dan media sosial; promosi rutin inilah yang membedakan penjual yang cuma “jualan” dengan yang benar-benar mendapat untung, sedangkan strategi lain—resep, harga, lokasi—bisa dipelajari pelan-pelan.
Salah satu peluang usaha ayam goreng yang masih terbuka lebar ditunjukkan oleh gerai Hasna Fried Chicken milik Lukman; meski hanya mengandalkan postingan Instagram dan Facebook, omsetnya tetap stabil karena para mitra—yang juga pemula seperti Anda—aktif menjual kembali produknya, sehingga tanpa modal besar pun usaha bisa terus berjalan.
Saat ini, 50–80 mitra aktif Hasna Fried Chicken telah sukses menjalankan peluang usaha ayam goreng dari Jakarta hingga Bali, membuktikan bahwa promosi paling ampuh datang dari kepuasan mitra itu sendiri—tanpa iklan mahal, hanya kejujuran rasa dan pelayanan.
Menurut Lukman, peluang usaha ayam goreng bisa dimulai tanpa modal besar karena bahan bakunya relatif murah; yang paling menyerap dana di tahap awal justru biaya sewa kios dan peralatan, sehingga fokuskan persiapan anggaran Anda pada kedua hal tersebut.
Untuk menangkap peluang usaha ayam goreng, Anda cukup menyiapkan modal sekitar Rp 20 juta; separuhnya dipergunakan untuk kios, sepertiganya untuk peralatan, dan sisanya menutup bahan baku serta gaji awal karyawan—anggaran yang terjangkau bagi pemula seperti Anda.
Dengan modal awal yang terjangkau, Lukman berhasil memanfaatkan peluang usaha ayam goreng hingga mampu menjual 40–50 porsi sehari; omzet Rp 9.000 per porsi tidak hanya menutup biaya bahan baku dan gaji enam pegawai, tetapi juga membuatnya cepat balik modal—bukti bahwa memulai bisnis ayam goreng bisa dikerjakan secara realistis oleh pemula.
Peluang usaha ayam goreng bisa dimulai dengan modal kecil; Lukman, misalnya, dulu hanya berjualan di trotoar dekat minimarket, lalu perlahan menabung dan membuka kemitraan untuk memperluas jangkauan, membuktikan bahwa langkah kecil hari ini bisa jadi pondasi besar esok hari.
Karena modal terbatas, Lukman memilih memulai peluang usaha ayam goreng di luar mal terlebih dahulu; setelah stabil, ia menyusun strategi kemitraan agar jaringan outlet bisa berkembang tanpa menekan keuangan pribadi—bukkti bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan pintu untuk berinovasi.
5 Peluang Usaha Ayam Goreng Modal Rp 1 Jutaan, Cocok untuk Pemula




