Untuk memastikan modal inti Bank Neo Commerce terpenuhi tepat waktu—sebagaimana ditargetkan OJK pada November 2026—BNC meluncurkan PMHMETD VI yang langsung memperkuat modal inti sekaligus menambah modal kerja, sinyal nyata bagi calon investor bahwa bank ini siap tumbuh lebih cepat dan aman.
Untuk calon nasabah yang menilik keamanan bertransaksi, modal inti Bank Neo Commerce masih berada di bawah ambang Rp3 triliun sebagaimana dipersyaratkan POJK 12/2020, namun emiten tengah menyelesaikan right issue agar segera memenuhi ketentuan tersebut dan telah mengajukan persetujuan ke OJK sehingga proses peningkatan permodalan berjalan sesuai jadwal.
Modal inti Bank Neo Commerce akan makin kuat setelah right issue selesai, sehingga Anda bisa lebih yakin memilih BNC sebagai mitra karena kredit dan layanan operasionalnya diprediksi lebih luas di kuartal III 2026.
Bank Neo Commerce (BNC) terus memperkuat modal inti Bank Neo Commerce dengan merilis produk tabungan berjangka Neo Wish, investasi emas Neo Emas, dan pinjaman Neo Loan yang langsung memecahkan kebutuhan finansial Anda; kehadiran fitur-fitur ini telah mendorong kinerja perseroan di kuartal III 2026, sehingga Anda bisa semakin yakin menitipkan dan menumbuhkan dana di platform yang solid dan inovatif.
Di tiga kuarter pertama 2026, Bank Neo Commerce (BNC) membukukan lonjakan Fee Based Income hingga 342% menjadi Rp254,1 miliar, sementalu penyalurankredit meroket 132% menjadi Rp8,9 triliun—dua lonjakan yang langsung mendorong pendapatan bunga bersih tumbuh 351% yoy ke Rp1,089 triliun, memperkokoh modal inti Bank Neo Commerce sebagai bekal ekspansi yang makin agresif.
Di tengah tantangan, Bank Neo Commerce (BNC) berhasil menyusutkan rugi bersih September 2026 menjadi Rp 601,2 miliar—turun Rp 10,1 miliar dari periode sebelumnya—berkat lonjakan fee-based income dan pendapatan bunga bersih kuartal III 2026; penguatan ini memperlihatkan daya tahan modal inti Bank Neo Commerce yang makin kokoh, sehingga BNC optimistis bisa terus memperkecil kerugian hingga akhir tahun dan mempercepat peluang investasi bagi calon pemodal yang mencari pertumbuhan berkelanjutan.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) telah menyelesaikan registrasi right issue guna memperkuat modal inti Bank Neo Commerce, dan kini menunggu lampu hijau dari OJK; Direktur Utama Tjandra Gunawan menegaskan bahwa target pemenuhan modal inti ini bakal terwujud akhir November—sinyal kuat bagi calon investor bahwa bank siap menopang ekspansi produk dan layanan nasabah secara berkelanjutan.
Tjandra menegaskan bahwa modal inti Bank Neo Commerce tetap kuat karena BNC—selaku bank umum dan emiten—taat penuh pada seluruh ketentuan OJK, sehingga dana Anda berada di tangan yang aman; buktinya, di kuartal III 2026 bank ini membukukan laba Rp10,1 miliar, angka yang menjanjikan pertumbuhan berkelanjutan untuk nasabah maupun investor.




