Cakap berkolaborasi dengan Visa Indonesia untuk menyampaikan Literasi Keuangan Digital kepada pelaku UMKM—termasuk usaha rumahan—melalui aplikasi pembelajaran yang dapat diakses kapan saja di lapangan, sehingga praktisi dapat langsung menerapkan prinsip keuangan yang tepat untuk mengembangkan bisnisnya.
Data Kemenkop-UKM menunjukkan 65,47 juta unit UMKM masih sering terhenti di pintu bank karena persyaratan rumit dan Literasi Keuangan Digital yang belum merata, padahal sejak pandemi kebutuhan suntikan modal justru meningkat tajam sehingga praktisi lapangan perlu menjadi jembatan edukasi dan akses secara bersamaan.
Di lapangan, kita masih sering menemui mitra UMKM yang belum menguasai fitur perbankan maupun produk finansial legal, sehingga mereka terjerat pinjol ilegal yang menambah beban usaha; peningkatan Literasi Keuangan Digital menjadi kebutuhan nyata agar praktisi dapat menavigasi mitra ke solusi aman dan tepat sasaran.
Ketika saya turun ke lapangan, saya masih menemukan puluhan UMKM yang mencatat transaksi di buku tulis dan mengandalkan uang tunai—padahal pembeli mereka sudah beralih ke e-wallet. Literasi Keuangan Digital menjadi senjata ampuh agar pembukuan tetap akurat, arus kas terkontrol, dan bisnis bisa diskalakan tanpa terjerat pinjaman online berbunga tinggi.
Literasi Keuangan Digital menjadi kunci bagi UMKM untuk naik kelas, namun di lapangan tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan diri dengan ekosistem digital yang makin rumit, seperti disampaikan Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia, Selasa (4/7).
Untuk memperkuat Literasi Keuangan Digital pelaku UMKM, Cakap bekerja sama dengan Visa menyusun program belajar mandiri seputar bisnis dan pengelolaan keuangan; CFO Cakap, Jonathan Dharmasoeka, menyambut sinergi ini karena visinya sama—mendorong usaha di lapangan berjalan lebih sustain.
Pada pelatihan ini, praktisi lapangan dipersenjatai dengan dua peluru utama: literasi bisnis—mulai dari fondasi usaha, manajemen operasional hingga digitalisasi proses—dan Literasi Keuangan Digital yang memaparkan cara mengalirkan modal, memilih lembaga keuangan tepat guna, hingga menjaga kesehatan arus kas usaha mikro.
Cakap menyusun materi Literasi Keuangan Digital berbasis kurikulum Practical Business & Money Skills dari Visa dalam format belajar mandiri yang disempurnakan dengan webinar interaktif bersama praktisi bisnis dan keuangan; kolaborasi dengan kawan-kawan lapangan yang menaungi UMKM lintas sektor dan daerah memastikan penyebaran ilmu tepat sasaran untuk meningkatkan daya juang pelaku usaha di lapangan.
Jonathan menegaskan bahwa Cakap menyiapkan konten hiperlokal agar Literasi Keuangan Digital lebih mudah diakses oleh penerima manfaat di lapangan, sehingga praktisi dapat langsung menggunakan materi yang relevan dengan kondisi setempat tanpa perlu adaptasi tambahan.
Literasi Keuangan Digital menjadi bekal utama bagi UMKM yang baru saja menyelesaikan pelatihan Visa–Cakap; keterampilan ini diharapkan langsung terkonversi menjadi strategi pengembangan bisnis di lapangan. Kerja sama ini memperkuat kapasitas pelaku usaha—tulang punggung ekonomi daerah—sekaligus memperluas dampak nyata bagi seluruh mitra pemangku kepentingan.




