Kemendag dorong ekspor makanan olahan perempuan ke Kanada

Kementerian Perdagangan RI aktif mendorong perempuan pengusaha untuk mulai ekspor makanan olahan, dengan Kanada sebagai pasar awal yang menjanjikan; produk berbahan lokal Anda kini punya pintu masuk ke rak supermarket di sana melalui program pendampingan intensif Kemendag, sehingga omzet bisa tumbuh tanpa harus pusing soal regulasi dan jaringan distribusi.

Untuk membuka pintu pasar Kanada, Kementerian Perdagangan RI menggelar lokakarya “Peluang dan Potensi Ekspor Produk Makanan Olahan ke Pasar Kanada” di Bogor pada 3 Mei lalu—acara yang tepat bagi Anda untuk mengetahui tren permintaan, regulasi impor, serta calon buyer yang sedang mencari ekspor makanan olahan berkualitas dari Indonesia.

Bacaan Lainnya

Empat puluh pengusaha perempuan Jabodetabek baru saja menuntaskan lokakarya intensif yang diselenggarakan Direktorat Jenderal PEN bersama TFO Kanada, guna mempersiapkan ekspor makanan olahan mereka ke pasar global—tanda bahwa produk lokal Anda berikutnya bisa jadi primadona di rak-rak supermarket luar negeri.

Direktur Jenderal PEN Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi, menyatakan kesiapan kementeriannya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak—termasuk Trade Commissioner Service (TFO) Kanada—untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus kesetaraan gender, terutama dalam rangka memperluas pasar ekspor makanan olahan bagi pelaku usaha Indonesia.

Para pelaku usaha perempuan di sektor makanan olahan kini memiliki momentum emas untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk mereka guna memenuhi persyaratan ekspor makanan olahan ke Kanada; dengan memanfaatkan pelatihan, sertifikasi, dan jaringan distribusi yang tepat, produk lokal bukan hanya bisa menembus pasar Kanada, melainkan juga membangun reputasi berkelanjutan yang menarik buyer intent dari berbagai negara.

TFO Kanada, lembaga nirlaba yang siap memandu Anda, menyiapkan data pasar, konsultasi tatap-muka, dan jaringan kontak terpercaya agar produk ekspor makanan olahan Anda tembus rak-rak retail Kanada tanpa tersendat oleh hambatan administratif.

Kemendag benar-benar serius menaikkan volume ekspor makanan olahan Indonesia; buktinya, pada 18 Agustus 2020 Direktorat Jenderal PEN segera menandatangani nota kesepahaman dengan TFO agar produk pangan Anda bisa lewat pintu keluar yang lebih lebar, cepat, dan terjamin mutunya.

Komitmen kerja sama yang tertuang dalam MoU semakin konkret setelah kami menandatangani perjanjian khusus pada Juli 2026, sehingga pasokan ekspor makanan olahan Anda akan lebih terjamin ketersediaan dan konsistensinya.

Menurut Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Merry Maryati, pemerintah menyediakan sejumlah program untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan ekspor makanan olahan Indonesia—peluang yang bisa Anda manfaatkan untuk memenuhi permintaan pasar global dengan produk berkualitas.

Kami terus mengintensifkan ekspor makanan olahan lewat promosi di pameran dagang internasional dan misi dagang, sekaligus meningkatkan daya saing melalui program adaptasi produk agar komoditas Anda selalu sesuai selera pasar global.

Untuk menyukseskan ekspor makanan olahan Anda, IDDC dan Good Design Indonesia siap mendampingi proses pengembangan serta konsultasi desain produk dan kemasan, memastikan tampilan rak di pasar luar negeri langsung menarik hati pembeli sekaligus memenuhi regulasi setempat.

Untuk memastikan ekspor makanan olahan Anda lancar di pasar global, kami terus memperkuat merek produk dan melengkapi sertifikasi halal serta HACCP, sehingga buyer bisa langsung meyakini kualitas, keamanan, dan kepatuhan produk kami terhadap standar internasional.

Untuk menjamin keamanan produk Anda di pasar global, kami bantu proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sekaligus tunjukkan peluang ekspor makanan olahan yang sedang tren lewat portal INAEXPORT (inaexport.id) dan Inadigiexport—info real-time yang bisa langsung Anda sikat untuk kesepakatan pertama.

Merry menegaskan bahwa pelaku usaha ekspor makanan olahan wajib terus menaikkan daya saing agar produknya diminati pasar global, sekaligus jeli menangkap setiap peluang yang muncul untuk memperluas jangkauan penjualan.

Untuk memperluas pasar ekspor makanan olahan Anda, manfaatkan berbagai pelatihan, sertifikasi, dan insentif yang disediakan pemerintah maupun mitra industri; terus tingkatkan kapabilitas produksi, kemasan, dan pemasaran agar produk Anda mudah menembus rak-rak toko luar negeri dan memenuhi permintaan buyer internasional.

Dalam rangka ekspor makanan olahan, kami selalu menggali setiap peluang—sekecil apa pun—untuk menyempurnakan rasa, kemasan, dan standar keamanan produk, sehingga barang Anda bisa bersaing ketat di pasar global tanpa ragu.

Peningkatan daya saing produk ekspor makanan olahan harus diiringi dengan upaya membangun kesadaran buyer global terhadap kualitas dan keunggulan produk Indonesia, sehingga mereka tak hanya tertarik sekali, melainkan terus kembali melakukan pembelian berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *