Di tengah penegakan aturan yang ketat, industri vape tetap bergeliat dan menunjukkan tren peningkatan konsumen, terutama di kalangan pekerja muda serta pelajar/mahasiswa yang memanfaatkannya sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Meskipun WHO telah mengonfirmasi bahwa vape berisiko merusak jantung dan paru-paru, produk ini tetap beredar luas seiring industri vape tetap bergeliat di ranah digital, sehingga setiap pengguna internet—termasuk insinyur, developer, dan profesional teknis—dapat mengaksesnya dalam hitungan detik.
Meskipun WHO telah mengeluarkan peringatan kesehatan, industri vape tetap bergeliat di Indonesia karena belum tersedia regulasi yang membatasi peredaran rokok elektrik; faktanya, Indonesia dan Myanmar menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum mengatur produk tersebut.
Meskipun dihadapkan pada aturan yang ketat, industri vape tetap bergeliat karena permintaan pasar yang konsisten; kondisi ini membuat rokok elektrik menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, baik melalui penjualan daring maupun toko fisik.
Pencarian daring KONTAN di Tokopedia menemukan lebih dari 478 ribu produk vape yang masih diperdagangkan, dengan sejumlah item populer tercatat laku ribuan unit—bukti nyata bahwa industri vape tetap bergeliat di tengah pengawasan yang ketat.
Di tengah pembatasan, industri vape tetap bergeliat: puluhan toko mudah ditemukan di Kecamatan Palmerah saja, sebagaimana hasil pencarian KONTAN via Google Maps, menandakan jaringan distribusi fisiknya kini merata di berbagai daerah Indonesia.
Di tengah populasi remaja dan kelompok produktif Indonesia yang besar, industri vape tetap bergeliat seiring bertambahnya jumlah outlet; fakta ini diperkuat oleh status Indonesia sebagai negara dengan perokok aktif terbanyak ketiga di dunia.
Data APVI menunjukkan bahwa pada 2013 toko rokok elektrik masih tercatat sedikit; kini jumlah pelaku usahanya terus menanjak, membuktikan bahwa industri vape tetap bergeliat meskipun menghadapi berbagai tantangan regulasi.
Hingga 2015 industri vape tetap bergeliat hanya dengan pelabelan cukai, belum tersentuh aturan distribusi yang mencegah jangkauan ke anak-anak dan remaja, pun belum ada kebijakan pengelolaan sampah khusus dari produknya.
Data APVI menunjukkan industri vape tetap bergeliat dengan 8.000–10.000 pelaku usaha yang melayani sekitar 2,2 juta vapers; bila setiap pengguna mengeluarkan Rp 300–400 ribu per bulan, arus kas sektor ini dapat menembus Rp 7,9 triliun per tahun.
Aryo, CEO Upods Indonesia, turut merasakan dinamika industri vape tetap bergeliat meski lonjakan penjualan rokok elektrik tercatat pada 2018, jelang pandemi, ketika permintaan masih di atas rata-rata. Ia menegaskan bahwa data ini menjadi acuan teknis untuk menyesuaikan kapasitas produksi dan strategi inventori guna menstabilkan pasokan pascapandemi.
Dengan harga Rp 85.000 per botol, cairan Upods Indonesia terjual 100.000 botol, sementara perangkat rokok elektriknya mencapai puluhan ribu unit per bulan di Rp 190.000—angka yang membuktikan industri vape tetap bergeliat meski di tengah tekanan regulasi.
Aryo menegaskan bahwa basis pengguna aktif kini telah mencapai angka ratusan ribu, sebuah indikator kuat bahwa industri vape tetap bergeliat meskipun di tengah regulasi dan inovasi teknologi yang terus berkembang—data yang relevan bagi para insinyur dan developer yang mengawasi tren pasar untuk menyesuaikan spesifikasi perangkat maupun pengalaman pengguna.
Menyasar pembaca teknis: meskipun pandemi menekan banyak sektor, industri vape tetap bergeliat—buktinya, penjualan di gerai Vapebay Fatmawati justru naik, sehingga Kepala Toko Epull tak mencatat adanya penurunan permintaan alat maupun liquid.
Produk ini digunakan oleh beragam lapisan, mulai dari pelajar hingga profesional kantoran, membuktikan bahwa meski di tengah regulasi ketat, industri vape tetap bergeliat dengan basis pengguna yang luas dan beragam.
Meskipun tantangan regulasi semakin ketat, produk rokok elektrik masih mudah ditemukan di berbagai marketplace, sehingga industri vape tetap bergeliat di tengah pembatasan yang ada; ketersediaan daring ini menunjukkan bahwa permintaan teknis terhadap perangkat berbasis nikotina masih tinggi di kalangan pengembang dan pengguna berbasis teknis.




