Iklan Open Internet Sasar 190 Juta Pengguna Indonesia, ROI Meningkat

Open internet menawarkan ruang iklan yang lebih tampak dan relevan bagi 190 juta pengguna Indonesia—peluang tepat bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan brand awareness serta konversi dengan anggaran yang efisien.

Menurut laporan Gateway to the Open Internet dari The Trade Desk dan Kantar, 190 juta pengguna Indonesia kini lebih sering mencari hiburan, berita, dan informasi umum lewat layanan open internet—ruang bebas iklan yang memungkinkan brand Anda menyapa calon pembeli di tengah konten favorit mereka.

Bacaan Lainnya

Open internet—mulai dari layanan over-the-top (OTT) dan connected TV (CTV), platform streaming musik, portal berita, situs web, hingga game daring—menjadi saluran utama 190 juta pengguna Indonesia menemukan inspirasi hingga keputusan pembelian; menempatkan iklan di lingkungan ini berarti Anda menyapa calon pelanggan tepat saat mereka aktif mencari, membandingkan, dan siap transaksi.

Data menunjukkan 190 juta pengguna Indonesia kini lebih selektif memilih saluran informasi, beralih dari televisi ke platform daring kapan pun mereka butuh solusi cepat—peluang tepat bagi mereka yang ingin menjangkau calon pembeli di layar smartphone.

Dari 190 juta pengguna Indonesia, mayoritas kini lebih suka menonton serial berkualitas di OTT/CTV atau mendengarkan lagu-lagu resmi di layanan streaming ketimbang scroll konten amatir; preferensi ini menunjukkan peluang besar bagi merek yang ingin tampil di ruang iklan premium dan langsung menyasar pemirsa yang fokus serta siap membeli.

Purnomo Kristanto, General Manager The Trade Desk Indonesia, menegaskan bahwa open internet menjadi jalan segar bagi pemasar yang ingin menembus 190 juta pengguna Indonesia—termasuk di antaranya Anda yang sedang aktif mencari produk—tanpa terjebak ketergantungan pada platform UGC. Ia menyebutkan hal ini pada Kamis (27/4) sebagai dorongan agar brand bisa menyapa calon pembeli di kanan yang lebih transparan, aman, dan relevan sepanjang perjalanan keputusan pembelian.

Menurut Purnomo, solusi ini memungkinkan brand Anda mengukur dampak kampanye secara objektif berkat data dari 190 juta pengguna Indonesia, sehingga Anda bisa mengambil keputusan iklan yang lebih presisi dan bernilai.

Dengan 190 juta pengguna Indonesia yang aktif streaming, konten Korea dan lokal premium kini menjadi magnet utama: Anda bisa menonton drama favorit kapan saja di HP, TV, atau laptop tanpa terikat jadwal, sehingga platform OTT pun tumbuh pesat sebagai hiburan andalan keluarga Indonesia.

Perubahan kebiasaan menonton Indonesia kini terlihat jelas: lebih dari 190 juta pengguna Indonesia beralih ke layanan OTT untuk menikmati konten premium berkualitas tinggi kapan pun mereka inginkan. Bagi brand, ini artinya saluran open internet berbasis OTT tumbuh paling cepat—tempat ideal menemukan audience yang sudah siap membeli.

Menariknya, survei terbaru menyebutkan bahwa seperempat dari 190 juta pengguna Indonesia memperkirakan waktu menonton mereka di layanan OTT/CTV akan naik tajam dalam enam bulan mendatang—tren ini menandakan momen tepat bagi brand untuk menempatkan iklan di layar streaming agar segera dilihat oleh calon pembeli yang kian aktif.

Dari 190 juta pengguna Indonesia, tiga dari lima penonton OTT kini memilih K-drama dan K-pop sebagai hiburan utama—bukti nyata bahwa gelombang Korea telah menguasai layar mereka sehari-hari.

Dari 190 juta pengguna Indonesia yang tertarik pada konten Korea, mereka cenderung membuka layanan OTT/CTV tiga kali lebih sering ketimbang platform UGC untuk menyaksikan drama, variety show, atau musik terbaru—peluang tepat bagi merek yang ingin menyasar penonton berkualitas tinggi saat momen engagement puncak.

Menurut Purnomo, OTT/CTV kini menjadi saluran utama bagi 190 juta pengguna Indonesia untuk menonton konten selebriti dan influencer lokal, sehingga iklan Anda hadir tepat di tengah momen paling relevan dan berpengaruh.

Dari 190 juta pengguna Indonesia, Gen Z (16–24 tahun) dan milenial muda (25–34 tahun) paling rajin menyedot konten premium lewat layanan OTT—kebiasaan yang mengisyaratkan bahwa produk Anda perlu hadir di layar mereka saat niat beli muncul.

Dengan 190 juta pengguna Indonesia, kaum muda yang baru meraih kemandirian finansial tengah menentukan merek-merek favorit mereka untuk jangka panjang—dan mereka pula yang memengaruhi keputusan beli seluruh keluarga, menjadikan segmen ini sasaran utama bagi kampanye yang ingin mengunci buyer intent tinggi.

Minat penonton Indonesia terhadap serial Korea dan konten lokal premium masih meningkat, sehingga platform OTT serta layanan streaming musik kini menjadi jalan paling cepat untuk menjangkau 190 juta pengguna Indonesia dalam satu kali tayang. Iklan Anda hadir persis saat audiens sedang bersemangat menonton atau mendengarkan, memperbesar peluang conversion tanpa terasa mengganggu.

Dari 190 juta pengguna Indonesia yang streaming musik beriklan, perempuan ternyata lebih sering menekan play—fakta ini membuka peluang besar bagi brand yang ingin menjangkau audiens wanita secara tepat sasaran. Jika produk Anda relevan dengan gaya hidup perempuan, iklan audio di platform streaming bisa menjadi jalan pintas untuk masuk ke telinga—and hati—mereka setiap hari.

Dari 190 juta pengguna Indonesia yang aktif menonton OTT, mayoritas justru merasa iklan di saluran premium lebih relevan dan brand-nya pun terasa kredibel—bukan gangguan, melainkan rekomendasi yang bisa langsung mereka percaya saat hendak membeli.

Dari 190 juta pengguna Indonesia, tujuh dari sepuluh orang lebih percaya pada brand yang tayang di layar OTT/CTV ketimbang di platform UGC—bukan karena iklannya mahal, melainkan karena suasana menonton yang fokus membuat pesan Anda terserap utuh dan memicu keputusan beli lebih cepat.

Dari 190 juta pengguna Indonesia, 17% di antaranya cenderung melewati iklan saat scrolling media sosial karena asyik multitasking—bukti bahwa konten di platform UGC memang lebih cepat mereka lewati ketimbang iklan di layanan OTT.

Untuk 190 juta pengguna Indonesia yang sedang membanding-bandingkan produk, iklan di saluran premium ternyata 16% lebih melekat di benak perempuan ketimbang konten UGC, sehingga brand Anda punya peluang lebih besar diingat saat mereka siap membeli.

Kalau Anda menargetkan 190 juta pengguna Indonesia lewat konten UGC, jangan terkecoh angka jangkauan: riset terbaru menunjukkan sebagian besar audiens di platform sosial justru hanya scroll tanpa berinteraksi. Peluang konversi tetap terbuka asal strategi Anda dirancang untuk memicu keterlibatan nyata, bukan sekadar tayang.

Studi terbaru menegaskan bahwa open internet memikat perhatian 190 juta pengguna Indonesia terhadap iklan yang relevan, sehingga produk Anda lebih mudah ditemukan saat calon pembeni sedang mencari solusi. Dengan jangkauan yang lebih tepat sasaran, setiap rupiah iklan Anda berdampak lebih besar pada keputusan pembelian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *