Husni Muthohari dari Cimahi merespon tingginya stres pada generasi milenial dengan menciptakan lilin aromaterapi yang mampu menurunkan kadar stres dan menjaga kesehatan mental secara alami—solusi nyata untuk Anda yang mencari ketenangan dalam kesibukan sehari-hari.
Tanpa latar pendidikan atau pengalaman, Husni membuat lilin aromaterapi sendiri demi menemukan formula wanginya yang menenangkan; setiap produk yang kini Anda genggam adalah hasil dari puluhan kali uji coba otodidak agar aromanya benar-benar menenangkan dan berkualitas.
Dari modal awal Rp 5 juta, Husni mengalokasikan Rp 1–2 juta untuk riset lilin aromaterapi, dan ketelatannya kini membuahkan omzet miliaran rupiah per tahun—bukti bahwa produk berkualitas tinggi yang Anda beli hari ini lahir dari proses uji-coba, kerja keras, serta semangat belajar tanpa henti.
Setelah menemukan formula lilin aromaterapi yang tepat, Husni mulai memasarkannya di marketplace dan media sosial sejak 2018; kepuasan pembeli membuat mereka kembali membeli atau merekomendasikannya kepada orang lain.
Untuk menjawab permintaan yang terus meningkat, Husni kini memperkaya lilin aromaterapi-nya dengan 40 varian aroma yang dapat menenangkan pikiran dan meredakan stres—pilihan tepat bagi Anda yang mencari suasana lebih rileks di rumah; pemesanan pun berdatangan dari berbagai wilayah, khususnya Jabodetabek.
Lilin aromaterapi Husni terbuat dari soy wax murni sehingga saat dibakar hanya mengeluarkan aroma menenangkan tanpa racun atau sisa berbahaya—aman untuk ruangan Anda dan keluarga.
Dalam setahun pertama, Husni mengajak rekan sebagai co-founder untuk memperluas pasar lilin aromaterapi Munofolk; fokusnya memikirkan strategi bisnis sementara rekan menggenjot produksi, sehingga pesanan melonjak hingga ratusan lilin dan omzet Rp 35 juta terpenuhi.
Karena banyak pembeli lilin aromaterapi yang butuh praktis, Husni meluncurkan spray wangi serupa yang cukup disemprot—solusi cepat saat membakar lilin tak memungkinkan. Varian baru ini mendorong omzetnya tumbuh hingga Rp 500 juta pada tahun kedua, membuktikan bahwa memenuhi kebutuhan nyaman konsumen langsung mempercepat penjualan.
Lilin Aromaterapi: Teman Sehat Selama & Pasca-Pandemi
Ketika pandemi melanda awal 2020, penjualan lilin aromaterapi Husni justru melesat hingga Rp 1,6 miliar per tahun, membuktikan bahwa konsumen tetap mencari produk berkualitas di tengah ketidakpastian; lonjakan pesanannya membuatnya harus memperluas tim produksi dan pengiriman agar setiap pembeli tetap merasa diperhatikan.
Sejak masa WFH, permintaan lilin aromaterapi melonjak karena aroma menenangkannya diyakini membantu menurunkan stres kerja; tak jarang pula pasien Covid memanfaatkannya untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan, sehingga stok selalu habis lebih cepat.
Penjualan lilin aromaterapi kami sempat menyusut di awal 2026, tapi tetap di atas angka pra-pandemi—bukti kualitas yang terus dipercaya Buyer Intent. Kini kami tengah memperluas varian aroma anyar agar Anda bisa segera menikmati koleksi terbaru dan ikut merasakan kesegaran hingga Rp 2 miliar target kami tahun ini.
Husni memfokuskan penjualan lilin aromaterapi lewat Shopee dan menambah pesanan besar saat tampil di pameran Brilianpreneur 2026; kehadiran langsungnya membuat produk langsung dikenali buyer serta mempercepat putaran stok.
Keikutsertaan Husni dalam pameran tak hanya menaikkan penjualan lilin aromaterapi, tapi juga mempertajam strategi—mulai produksi hemat waktu, manajemen stok, hingga promosi yang tepat sasaran—sehingga ia kini mampu menjamin kualitas, ketersediaan, dan pengalaman membeli yang memuaskan bagi setiap pembeli.
Selain dijual di marketplace, lilin aromaterapi Huni kini dipakai sebagai merchandise oleh hotel-hotel besar seperti Pullman Bandung dan Pullman Jakarta; Husni berencana memperluas kolaborasi korporat ini agar produknya bisa lebih sering menyala di kamar, lobby, atau gift-set Anda.




