Festival Kreatif Lokal 2026 di Mandalika menunjukkan bahwa ekonomi kreatif Lombok mampu lahirkan produk nasional berdaya saing global; melalui kerja sama Adira Finance–Kemenparekraf, 56 UKM lokal kini punya akses pendanaan, mentoring, dan jaringan distribusi yang mempercepat skalabilitas bisnis mereka—insight nyata bagi praktisi lapangan yang sedang rakit model kolaborasi berbasis destinasi super prioritas.
Festival Kreatif Lokal 2026 di Mandalika menargetkan pelaku UKM setempat menjadi local heroes yang menggerakkan ekonomi kreatif Lombok: melalui proses kurasi mereka dipacu menyempurnakan kualitas produk sehingga mampu menawarkan value lebih tinggi di pasar, sekaligus membangkitkan aktivitas ekonomi mikro yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar lapangan.
Dari 56 pelaku UKM Mandalika yang mengikuti pelatihan dan penjurian awal di sektor fesyen, kuliner, dan kriya, delapan di antaranya berhasil melaju sebagai local hero untuk memperkuat ekonomi kreatif Lombok di babak final Festival Kreatif Lokal. Hasil seleksi ini menjadi sinyal konkret bahwa kolaborasi antara pelaku lapangan dan program pembinaan mampu melahirkan representasi berkualitas yang siap bersaing di kancah nasional.
Sembilan UKM local hero Lombok—terdiri dari pelaku kuliner, kriya, dan fesyen—akan menjalani coaching camp intensif dari Prasetiya Mulya ELI dan e-Camp Indonesia untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka dalam ekonomi kreatif Lombok. Mereka akan dievaluasi langsung oleh dewan juri yang terdiri dari para praktisi dan pejabat kunci, seperti pendiri M Bloc Space dan deputi pemasaran Kemenparekraf, sehingga insight yang diperoleh relevan dan langsung bisa diterapkan di lapangan.




