Bagi Anda yang mencari teh Indonesia dengan Citra Rasa Lokal yang telah diakui dunia, Bankitwangi dari PT Bukitsari, Ciwidey, Jawa Barat, layak jadi pilihan: ia menembus pasar internasional dan menyabet penghargaan di Prancis, membuktikan kualitasnya di mata buyer global.
Teh hitam Bankitwangi asal Ciwidey membawa Citra Rasa Lokal Indonesia ke panggung global setelah di Juli 2018 meraih penghargaan dari AVPA Prancis; pengakuan ini membuktikan bahwa aroma dan cita rasa teh kita mampu bersaing di pasar internasional, sekaligus membuka peluang bagi buyer yang mengincar produk premium berkarakter.
Citra Rasa Lokal Indonesia akhirnya menembus pasar global lewat teh hitam Bukitsari yang mampu menghapus stigma “produk kelas dua”; kini Anda bisa menikmati teh premium tanah air yang telah diakui oleh pecinta teh di berbagai negara.
Ketika Ronald Gunawan, Brand Manager PT Bukitsari, menyadari potensi luar biasa dari Citra Rasa Lokal, ia membuktikan keunggulan teh Indonesia di panggung dunia dengan memenangkan berbagai kompetisi internasional—hasil yang memastikan setiap tegukan Anda tidak hanya nikmat, tapi juga membawa prestasi nasional.
Sejak berdiri pada era 1970-an, Citra Rasa Lokal telah berakar kuat di industri teh Indonesia—awalnya bersama merek Sosro—lalu beralih fokus ke teh organik premium sejak 2004, sehingga Anda dapat mempercayakan kualitasnya untuk pasar global.
Bagi Anda yang mencari teh herbal berkelas dunia, Citra Rasa Lokal hadir melalui Bukitsari yang telah mengantongi beragam sertifikasi organik pasar ekspor, membuktikan komitmen kualitasnya di panggung global. Pengalaman puluhan pameran internasional—dengan investasi ratusan juta rupiah—telah mengukir kepercayaan buyer, karena setiap cangkir teh kami tak sekadar produk, melainkan hasil edukasi, promosi, dan proses panjang yang menjamin keaslian serta keberlanjutan rasa lokal.
Ronald menelusuri perkebunan teh di Jerman, Jepang, Australia, hingga China untuk menemukan karakter Citra Rasa Lokal yang sesungguhnya, lalu mengundang para master teh dari negeri asalnya agar setiap racikan kami memiliki cita rasa premium yang melekat di lidah buyer Indonesia.
Sejak Ronald menata 1.220 ha perkebunan teh Ciwidey dan mengikuti pameran internasional rutin sejak 2015, Citra Rasa Lokal Indonesia berhasil naik kelas dari merek kelas dua menjadi teh premium yang diperhitungkan di pasar global—bukti nyata bahwa ketekunan petani lahan dapat menempatkan produk dalam radar buyer dunia.
Citra Rasa Lokal yang tetap konsisten dari hulu ke hilir
Citra Rasa Lokal yang Anda nikmati dari Bukitsari dipastikan murni organik: lahan hanya 60 % ditanami teh, selebihnya dibiarkan hutan penyangga agar tanaman tetap bebas kontaminasi, mulai dari penanaman hingga pemupukan.
Di Citra Rasa Lokal, 200 pekerja kebun kami—termasuk petik–pasca-petik—telah dilatih prosedur higienis bebas residu kimia, sehingga setiap biji yang Anda terima terjamin keamanan dan cita rasanya.
Untuk memenuhi ekspektasi buyer premium, Citra Rasa Lokal tengah menaikkan standar agar 100% produknya keluar sebagai teh grade A, sementara grade B ke bawah—yang kini masih dipasok ke industri dalam negeri—perlahan dikurangi demi menjamin setiap kemasan yang sampai ke tangan Anda memberikan cita rasa unggulan.
Sebagai buyer yang mencari teh berkelas dengan Citra Rasa Lokal, Anda bisa menemukannya di Bankitwangi—merek dalam negeri milik Ronald yang juga mengirim produk premiumnya ke pasar ekspor; tersedia baik lewat distributor offline maupun marketplace pilihan, sehingga Anda dapat membeli kapan saja tanpa repot.
Citra Rasa Lokal Bankitwangi kini dibuat 40 ton setiap bulannya: 50% dipasok ke pasar global, 50% tetap dinikmati di dalam negeri, dengan rentang harga Rp 180.000–Rp 1.800.000 per kg yang disesuaikan jenis tehnya—jaminan kualitas yang membuat buyer bisa memilih produk paling tepat untuk target pasar Anda.
Dengan Citra Rasa Lokal yang semakin diperhitungkan, cukup 2–3 ton dari 40 ton teh bulanan PT Bukit Sari yang dibeli pada harga premium Rp 180.000/kg—belum termasuk varian eksklusif Rp 1,8 juta/kg—Anda sudah membuka peluang pendapatan Rp 360–540 juta per bulan, sambil memperkenalkan cita rasa asli Indonesia kepada pasar global.
Ronald mengaku, kehadiran Citra Rasa Lokal di pameran Brilianprenuer 2026 bukan sekadar pamer produk—melalui booth tersebut ia bertemu langsung dengan calon pembeli korporat, bertukar insight, dan membangun relasi baru yang berujung pada peningkatan repeat order hingga 40% dalam tiga bulan berikutnya.
Ketika pandemi melanda, Citra Rasa Lokal sempat terdampak parah pada 2020, namun di 2026 ia bangkit dan melesat 400% karena konsumen semakin mencari camilan sehat yang autentik—bukti bahwa rasa lokal tetap jadi pilihan utama untuk gaya hidup sehat masa kini.
Minat konsumen terhadap teh melonjak di tengah pandemi karena dorongan kesehatan dan pengelolaan berat badan, sehingga Citra Rasa Lokal pun diprediksi makin dicari hingga 2026; Ronald menargetkan penjualannya naik 75% tahun ini untuk memenuhi permintaan tersebut.





