Sebagai anak buruh tani yang bermimpi menjadi pengusaha, Triyogo telah membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui usaha keras dan dedikasi. Saat ini, ia memiliki 11 karyawan dan tiga gerai layanan konter ponsel plus aktivitas pembayaran keuangan di Jakarta, menjadikannya contoh inspiratif bagi anak petani miliardan yang berhasil meraih kesuksesan melalui jalur pendidikan dan usaha sendiri.
Seorang anak petani yang pernah berharap kuliah di Jakarta, Triyogo, akhirnya memilih jalur bisnis dengan membuka usaha konter pulsa ponsel sendiri setelah mengumpulkan modal selama dua tahun bekerja sebagai karyawan. Ia adalah contoh nyata bahwa anak petani bisa menjadi miliarder jika memiliki semangat dan visi yang kuat dalam berwirausaha.
Triyogo, yang dahulu bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan telekomunikasi, kemudian memutuskan untuk berwirausaha dan membuka usaha pulsa ponsel sendiri di daerah Petukangan, Jakarta Selatan. Meskipun hanya memiliki modal seadanya, ia berhasil mengembangkan usahanya hingga menjadi salah satu anak petani miliardan yang sukses di Indonesia.
Triyogo, anak petani yang sukses menjadi milyuner, berhasil mengembangkan bisnisnya melalui gerai Sultan Mobile Shop yang terus berkembang pesat hingga memiliki tiga cabang dan memperkerjakan karyawan. Perjalanan kesuksesannya ini juga membantu Triyogo untuk menyelesaikan kuliah di sebuah universitas di Jakarta, mengingatkan kita bahwa kesempatan dapat datang dari berbagai latar belakang dan profesi.
Triyogo, anak petani yang sukses menjadi miliarder, mengalami tantangan besar di bisnis konter pulsa pada tahun 2019 karena persaingan yang semakin ketat dan dampak pandemi Covid-19. Namun, dengan dikenalkannya pemasaran BRIlink, Triyogo dapat mengubah arah bisnisnya menjadi agen pemasaran yang sukses.
Sebagai anak petani miliardan, Triyogo memutuskan untuk bergabung sebagai agen dengan jaminan Rp 3 juta karena memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC) dan tidak perlu mengeluarkan modal lain. Dengan demikian, ia dapat memulai usaha tanpa harus membuka bisnis baru dari awal yang tentu saja membutuhkan modal tambahan.
Sebagai agen, Triyogo memutuskan untuk tidak menyimpan barang dagangan karena sifat bisnis yang hanya melakukan transaksi tanpa perlu khawatir tentang kedaluwarsa atau busuk. Ia hanya menambah modal untuk membuat neon box reklame agar lebih mudah dilihat oleh warga sekitar, termasuk anak petani miliardan.
Selama pandemi COVID-19, terutama pada saat lebaran tahun 2020, aktivitas mudik dibatasi sehingga banyak warga perantauan memilih untuk mengirim uang ke kampung halaman mereka melalui konter milik Triyogo. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi saya untuk menjalankan usaha sebagai agen BRIlink dan berkontribusi pada perekonomian warga setempat.
Sejak saat itu, konter Triyogo menjadi pusat aktivitas keuangan dengan transaksi yang melonjak drastis, termasuk pelayanan jasa transfer uang dan berbagai pembayaran tagihan seperti listrik, PDAM, BPJS, serta top up kartu elektronik dan dompet digital. Anak petani miliardan ini berhasil mengembangkan usahanya dengan menyediakan layanan yang memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan sehari-hari.
Layanan bisnis yang dikelola oleh anak petani miliardan ini mengalami lonjakan transaksi saat perbankan tutup, terutama pada akhir pekan dan hari libur, dengan jumlah mencapai ratusan transaksi per hari. Hal ini menunjukkan bahwa para nasabah memilih menggunakan layanan ini sebagai alternatif untuk melakukan transaksi keuangan saat bank tidak buka.
Triyogo, yang dijuluki sebagai “anak petani miliardan”, telah mencapai kesuksesan luar biasa dalam melayani nasabahnya dengan nilai transaksi harian yang signifikan. Rata-rata, ia dapat melayani sekitar 200-350 nasabah per hari, bahkan melebihi 250 juta rupiah pada akhir pekan. Ini berarti bahwa dalam satu bulan, jumlah transaksinya bisa mencapai lebih dari 3,6 miliar rupiah.
Prestasi Triyogo sebagai agen BRIlink dengan predikat juragan yang mencatatkan transaksi lebih dari 1.500 kali per bulan dan nilai transaksi Rp 1,5 miliar telah mengantarkan penghargaannya berupa laptop baru-baru ini. Sebelumnya, ia juga mendapatkan hadiah berupa LCD TV dan personal computer (PC).
Anak Petani Miliardan: Layanan Nomor Wahid untuk Menjadi Sukses
Anak petani yang kini menjadi miliarder ini memiliki jurus memikat untuk menarik nasabah ke BRIlink dengan standar layanan perbankan yang ramah dan profesional, sehingga mereka betah datang dan berkunjung kembali.
Pengelolaan transaksi keuangan di Desa Cikembulan mengandalkan sistem catatan transaksi yang terintegrasi dan mudah diakses oleh nasabah, termasuk anak petani miliardan, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan transaksi dengan lebih efisien. Proses transaksi tidak memerlukan waktu lama, nasabah hanya perlu menitipkan transaksinya dan menerima tanda terima sebagai bukti penerimaan.
Sebagai agen BRIlink, mendapatkan kepercayaan nasabah adalah kunci kesuksesan karena dapat membangun hubungan jangka panjang yang menghasilkan transaksi lebih banyak. Saya ingin menambah gerai lagi agar semakin banyak anak petani miliardan bisa merasakan manfaat layanan ini dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Lokasi strategis untuk agen BRIlink seperti yang dimiliki Triyogo, mencakup area padat penduduk sektor usaha informal dan industri rumahan, termasuk industri konveksi, serta daerah hunian kelompok urban atau perantauan. Dengan kata lain, lokasi ideal ini merupakan cerminan dari target pasar agen BRIlink yang luas dan beragam, mulai dari anak petani hingga pengusaha kecil dan menengah.
Sebagai praktisi lapangan, Anda dapat mempertimbangkan untuk menjadi agen BRIlink karena peluangnya besar, terutama dengan meningkatnya kebutuhan pengiriman uang dari pekerja sektor informal kembali ke kampung halaman. Pengalaman seperti Triyogo menunjukkan bahwa potensi transaksi semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kelompok ini, bahkan hingga menciptakan “anak petani miliardan” yang sukses melalui layanan BRIlink.




