Kartu Prakerja, yang diluncurkan pada April 2020, telah membantu lebih dari 14 juta orang Indonesia memperoleh keterampilan baru agar lebih percaya diri memasuki dunia kerja, khususnya bagi pemula yang belum memiliki pengalaman atau bekal praktis.
Setelah dua tahun Kartu Prakerja berjalan, celah antara pelatihan dan kebutuhan peserta makin rapat karena mitra penyedia kelas terus menyesuaikan materi, sehingga pemula yang baru pertama kali ikut pun langsung merasakan manfaatnya; nyatanya, sebagian besar peserta menyebut keterampilannya naik setelah menyelesaikan kelas yang mereka pilih.
Shindu Abu Nizar (40 tahun) memanfaatkan Kartu Prakerja angkatan 36 untuk kembali belajar, mengambil kelas pengelolaan aplikasi digital pada Juli 2022 guna menyegarkan dan menyempurnakan ilmunya setelah terakhir kuliah pada 2009.
Karena ilmu digital masih terbatas saat menempuh pendidikan politeknik, saya mendaftar Kartu Prakerja dan memilih pelatihan Manajemen Aplikasi Digital agar keterampilan IT saya makin lengkap; semoga bekal baru ini memudahkan para pemula—seperti saya dulu—menggapai posisi dan penghasilan yang lebih baik.
Kartu Prakerja membuka jalan bagi Aprianto—yang baru lolos di gelombang ke-19—untuk mengikuti pelatihan animasi 2D dan 3D yang langsung ia terapkan pada game edukasi buatannya, sehingga kualitas karakter gamenya langsung terasa lebih menarik.
Program Kartu Prakerja telah membantu lebih dari 14 juta peserta, termasuk seorang mantan petugas kebersihan yang kini jurnalis TV, membuktikan bahwa kerja keras plus pelatihan daring bisa mengangkat jenjang karier pemula seperti Anda.
Tomy Yunus, pendiri sekaligus CEO Cakap—mitra kursus online Kartu Prakerja—menjelaskan bahwa program ini hadir untuk membantu pemula meningkatkan keterampilan, mulai dari teknologi hingga tata boga, melalui 89 kursus berkualitas yang sudah terverifikasi.
Kartu Prakerja menyediakan kelas-kelas praktis mulai dari pekerjaan hotel, digital marketing, coding, hingga Bahasa Inggris yang paling diminati pemula karena langsung terasa manfaatnya di lapangan; program ini pun menjadi jembatan untuk 63% lulusan sekolah agar keahliannya segera cocok dengan tuntutan kerja era industri 4.0.





